MUKZIZAT KRITIK DAN PIKIRAN YANG TERBUKA

 

Sri Mulyani Indrawati merupakan pejabat publik yang menginspirasi masyarakat. Sejak menjadi menteri keuangan pada era Presiden SBY banyak membuat terobosan yang membawa Kementerian Keuangan berhasil melakukan reformasi di bidang keuangan negara. Ketajaman pandangan, kecermatannya dalam mengembangkan perencanaan dan keuletan kerja serta kemauan kerasnya yang membaja disertai suri teladan kepada semua stafnya telah menjadikan dirinya sebagai tokoh yang diidolakan masyarakat luas. Dalam kuliah umum HUT ke 47 Harian Media Indonesia dengan tajam dan comprehensif beliau menguraikan kelemahan Otda yang melahirkan Elite Capture, fenomena dimonopolinya pimpinan daerah oleh suatu dinasti tertentu yang menikmati porsi besar hasil pembangunan dan mengkomersialkan pengisian jabatan organisasi pemda yang dipimpinnya, ini sangat tidak adil dan memprihatinkan. Transfer dana desa yang mencapai Rp.60 trilyun juga dikhawatirkan tidak menemui sasarannya sehingga tidak efektif membangun desa dan berdampak kecil terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan APBN 2017 sebesar Rp.2.080,5 trilyun dengan belanja terbesar pada infrastruktur maka kita harus extra hati-hati dalam penggunaannya. Dengan penguasaan keuangan negara yang sangat baik beserta visi kedepan untuk membangun negara yang berkeadilan sosial,   adalah sangat layak bila beliau dicalonkan untuk memimpin negara Indonesia yang sangat beliau cintai dan banggakan.

 

Sikapnya yang terbuka dalam menerima ide, saran dan kritikan masyarakat membuat dirinya menjadi sosok yang selalu berfikir positif namun tetap kritis sehingga selalu dinamis mengakomodasikan perobahan. Beliau menyerukan agar kita berfikiran terbuka terhadap perbedaan. Kesediaan menerima masukan dari masyarakat inilah yang telah membuat beliau tidak terlena dengan pencapaian yang telah dihasilkannya. Dengan tangannya yang dingin telah terbukti mampu membawa program amnesti pajak mencapai hasil yang membuat amnesti pajak menjadi program yang paling sukses di dunia. Di tengah kondisi kelesuan ekonomi global yang tidak mendukung pembangunan ekonomi dan tekanan sikap proteksionisme Donald Trump yang mengkhawatirkan, beliau tetap tegar untuk tetap melangkah mewujudkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5%. Sebagai menteri, beliau tidak merasa rendah diri dan bahkan bangga menyatakan dirinya sebagai Ketua Pelayan Negara, Pelayan Republik ini,  dan Pelayan Masyarakat karena kecintaannya yang mendalam terhadap negeri ini.

 

Beliau sangat sadar bahwa kontrol dan partisipasi aktif masyarakat itu sangat penting yang bisa mengkritisi kebijakan yang diambilnya agar tetap maju berkembang sesuai dengan harapan masyarakat. Beliau sangat sadar bahwa umumnya orang senang sekali dengan pujian dan apresiasi masyarakat yang semuanya itu bisa membuat kita terlena, tidak tertantang, menjadi lemah, sangat merugikan dan bahkan bisa membunuh kita. Sebaliknya, orang juga umumnya tidak suka dan bahkan marah apabila dikritik dan dicerca, padahal kritikan itulah yang justru  menyelamatkannya.

 

Menyadari bahwa kritik itu sangat diperlukan untuk menyadarkan dan mendorong kita untuk bekerja lebih baik lagi, maka kritik itu sesungguhnya adalah mukzizat yang bisa membuat kita itu maju dan menciptakan lompatan dahsyat kedepan untuk menghasilkan impian yang fenomenal. Maka dari itu, marilah kita selalu bersikap terbuka dan berfikiran positif terhadap kritik agar kita bisa membuat kejutan yang mencengangkan.

Kita harus menyadari hal itu sebelum kehancuran alam semesta, yaitu saat kiamat itu datang seperti digambarkan oleh  Surah At-Takwir ayat 1-2."Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan,"